BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin

hariini.pro – BYD akan menghadirkan sensor LiDAR untuk model hatchback entry-level, Seagull dan Dolphin yang dijual di pasar domestik China. informasi ini terungkap dari dokumen uji style terakhir yang dirilis regulator otomotif setempat, menunjukkan bahwa sensor presisi tinggi tersebut kini tersedia di segmen yang selama ini belum ditambah teknologi tersebut.
Menurut pengajuan dari Ministry of Industry and data Technology (MIIT) China, ke dua type tersebut bakal ditambah sensor LiDAR secara opsional, disaat proses homologasi domestik.
Disitat berasal dari Carnewschia, regulasi itu terhitung memuat foto sensor yang dipasang di pembagian atap kendaraan, yang menjadi indikasi kuat bahwa proses pemberian mengemudi pada hatchback ini akan ditingkatkan secara signifikan.
Dalam dokumen disebutkan, sensor LiDAR ini diperkirakan akan menaikkan kapabilitas persepsi kendaraan, dan memperluas manfaat sistem bantuan mengemudi yang tersedia saat ini antara ke dua hatchback ini.
Penambahan LiDAR mungkin berkenaan bersama dengan penggunaan sistem perlindungan mengemudi kelanjutan DiPilot 300 atau yang dikenal bersama nama domestik God’s Eye B.
Sistem ini di awalnya cuman digunakan antara tipe BYD kelas atas dan antara brand Denza, dan kini terasa merambah ke kendaraan yang lebih terjangkau.
DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang resmikan kekuatan komputasi hingga 254 TOPS.
Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback berasal dari seri Ocean punya BYD yang dipasarkan di bermacam negara.
Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). sedang Dolphin tawarkan opsi motor lebih besar bersama tenaga hingga 120 kW (161 hp).
BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS
BYD jadi gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. apalagi jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 sudah membentuk tim teristimewa beranggotakan lebih berasal dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi pemberian pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.
Disitat dari Carnewschina, BYD termasuk berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih berasal dari 100 miliar yuan atau kurang lebih Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan proses mengemudi masa depan selama sebagian th. ke depan.
Sebagai bagian dari investasi tersebut BYD konsisten memperluas kebolehan intelligent driving yang dikenal bersama nama God’s Eye.
Sistem ini dirancang lengkap dengan gabungan sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kebolehan pemberian mengemudi.
Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi bersama sistem God’s Eye udah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.
